“jhod, itu di ZP kayak tong di rumah big brother di’?!” suatu siang yang terik, edi salah seorang pengawas lapangan berceloteh. Saya tertawa dan merenunginya sejenak, benar juga ZP adalah rumah dimana semua karakter penghuninya menari-nari memenuhi hari.

Hampir setahun, dan setiap hari adalah petualangan baru di tempat ini. Sebuah tempat yang tidak saja ruang bekerja tapi juga ruang untuk menemukan diri sendiri. Saya menemukan banyak hal yang memperkaya ingatan memenuhi catatan… dengan kekaguman pada mereka ; pimpinan dan teman-teman.
Di tempat inilah saya baru ngerti makhluk apakah RTGS itu
juga teknik kliring yang bisa bikin imelda, noe atau amy senewen bolak-balik bank setiap hari, dan satu hal yang paling penting adalah cara mengatur cashflow perusahaan, ilmu ini keren banget. Saya belum pernah menemui perusahaan sejenis dengan pengaturan cashflow yang demikian cantik seperti di ZP.
Apakah saya berlebihan?, tidak. Bisnis konstruksi adalah bisnis dengan termin yang panjang, kita menanam hari ini dan baru dapat menuai hasilnya 6 bulan atau bahkan 1 tahun kedepan. Dalam masa itu maka darimana dan kemana cash mengalir?. Bagi perusahaan konstruksi lain, backup yang jadi andalan tentu saja modal awal tapi tidak disini, di ZP saya menemukan keajaiban itu keajaiban mengelola cashflow.
*sembahsembahpaksadiq*
Saya ingat pertama kali menginjakkan kaki di ZP di ajak opik. Lalu bertemu jeung wiwik dan bang khelox dua orang dengan latar belakang karir yang cenderung identik dengan saya : pernah bekerja di perusahaan yang lebih besar sebelum bergabung dengan ZP, Maka obrolan kami nyambung sejak awal terutama dengan jeung wiwik yang belakangan lebih aktif jadi teman bagosip ku soal teman-teman kami di luar *ihiy
Diawali dengan menggambar dan membantu marketing promotion, hingga akhirnya saya berlabuh di zarindah material, panjang juga petualangannya dan saya menikmati setiap kali pengalaman itu, entah diminta untuk survey lahan, atau ke luar makassar untuk ngurus ini itu.
Eh, soal keluar makassar itulah. Salah satu hari paling hebat dalam kehidupan saya terjadi di ZP… di semarang tepatnya, waktu survey lahan di demak dengan opik yunus. Well, for those who understand the story… kejadian-kejadian itu kalo jadi sinetron bakal ngalahin cinta fitri jeung!…
Ada banyak cerita kalo sedang keluar makassar, Belum lagi cerita soal terdampar dan menggelandang 15 jam di soetta bersama pace waktu kami ke bogor untuk survey lahan juga. Pace yang parasnya secara default sudah ta’loko makin ta’loko akibat insiden ketingalan pesawat itu dan ada satu bagian yang bikin saya terkesima, di tajur waktu pace dengan teliti memilih-milih tas wanita untuk oleh-oleh istrinya.. “oke, seorang pimpro proyek japing yang ganas dan panas itu memilih-milih tas adalah absurditas abad ini”
Soal teman-teman kantor juga menarik, saya benar-benar banyak belajar pada noe, akuntan yang cerdas. Juga dari imelda –ibu-ibu cantik- yang paling galak soal keuangan. Dan uci wanita karier yang cantik dan lincah (trust me, sy ga kuat liat jidatmu manis!) Dan widya yang ceria (kita pernah hujan-hujanan wid!), nunung yang selalu segar dan gila!. Im gonna miss u cewe-cewe. dan jangn lupa tere yang hot! dan rahmy yang matanya bikin jantung berdetak dalam slow motion. *lebay
And im gonna miss haris, the metamorph one. Opik (duluan yah bro), jaya, edi, arif (kapan-kapan makan di rumahmu lagi rif), fahrul, rahim (sy selalu ingat ceramahmu) dan tentu saja tukang dan supir-supir truk yang kadang rewel dan musti di dengarkan kegalauannya. (ok, so now I miss supir truk?!)
well the hardest part is berpisah dengan zarindah material adalah seperti meninggalkan bayi raksasa, saya yang menyusun kepingan sistemnya sedari awal. Dan perlahan ia merangkak pelan, hingga akhirnya bisa seperti sekarang dan saya percaya ditangan yang tepat setahun kedepan ZM akan sangat berkembang.
saya akan selalu merindukan rumah yang hangat itu…
Lalu disinilah saya sekarang, menata kembali kepingan-kepingan mimpi, banyak hal yang telah dan masih akan terjadi. dan ketika kelak saya berkunjung kembali ke rumah yang hangat itu.
Pada akhirnya Saya berani mengatakan…
“saya berbahagia selama berada di ZP”
*gambar dari www.zeera-disinikuberada.blogspot.com